GENUS

Tampilkan postingan dengan label HOBBI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HOBBI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Mei 2016

Potongan Kecil Pulau Dewata




   " Jangan mati dulu sebelum menginjak pulau Dewata", begitulah penggambaran keistimewaan pulau bali yang saya dengar ketika kecil, masih lugu dan berpikir suatu saat saya akan berdiri di pulau dewata. terlalu kecil dan lugu untuk bermimpi. Hal itu bisa jadi sesuatu yang sangat susah tercapai bagi orang seperti saya jika saya tidak berani bermimpi untuk menginjakkan kaki di pulau bali dan akhirnya, entah karena apa dan bagaimana hal itu sudah terjadi. Masa kecil yang sangat ku dirindukan, masa dimana kita berani bermimpi dan pada akhirnya mimpi itu membawa kita ke sana. 
     Pulau Bali merupakan destinasi wisata yang sangat populer di dunia, bahkan ada berita yang mengatakan kalau orang lebih banyak yang mengenal pulau bali dibandingkan dengan orang yang mengenal Indonesia. Hal tersebut mungkin terjadi karena Bali memang sangat indah dan merupakan tempat yang tepat untuk menghabiskan masa libur. Tapi bagi saya, bukan hanya Bali, semua daerah di Indonesia mempunyai kekayaan budaya dan potensi wisata yang luar biasa.
     Saya merupakan mahasiswa semester 6 saat ini, karena ada kebetulan ada waktu libur yang cukup lama menurut saya, saya dan teman-teman menyusun rencana menghabiskan liburan di bali. kami berangkat dari surabaya pada hari Rabu malam dan kembali ke surabaya pada hari minggu di minggu yang sama. 4 hari bukanlah hari yang cukup untuk menikmati pulau bali, tapi sudah cukup untuk bersenang-senga di sana.
    Enam orang mahasiswa dengan perlengkapan seadanya berangkat ke Bali dengan naik bus dari Surabaya. Bagi mahasiswa seperti saya bus adalah transportasi yang ramah kepada kantong. Dari Terminal Bungur Asi, Surabaya, kami mengambil bus tujuan Banyu Wangi. Saat itu sekitar jam sepuluh malam. Penumpang cukup banyak di sana sehingga kami berenam harus berusaha naik bus secepat mungkin dan bersamaan karena perjalanan lebih menyenangkan jalan bersama. 
     Bus tujuan Banyu Wangi tiba dan kami segera naik. Setelah berjalan beberapa menit, kondektor datang menagih ongkos dan anehnya ongkos yang diminta hanya sampai Probolinggo. Damn! wrong bus. Hati-hati naik bus di sana karena jelas-jelas supir bus memanggil dengan tujuan BanyuWangi akan tetapi dengan perasaan santai sang kondektur hanya membalas protes dari penumpang karena tujuannya berubah menjadi hanya sampai Probolinggo. Jawabannya sama dan tanpa ada rasa bersalah, "Probolinggghoooh, :)". 
    Terpaksa kita harus mengambil bus lagi dari Probolinggo menuju Banyu Wangi. Di Ketapang Banyu wangi antrian mobil menuju pelabuhan sangat panjang sehingga kami memutuskan untuk berjalan kaki sejauh 3 KM dan mobil yang kami tinggalkan terlalu jauh di belakang. Yesss!
    Harga pejalan kaki di pelabuhan cukup murah untuk menyebrang ke Gili Manuk Bali, hanya 6000 rupiah  dan dari gili manuk kita lanjut keterminal Ubung dengan Angkot dan dari sana diantar ke penginapan di Nusa Dua oleh saudara teman kita. 
    Pantai di Bali memang sangat Indah dan jalanan di sana sangat wangi karena ada dupa atau apa namanya yang di bakar di depan setiap tokoh, untuk kita saya sarankan kalau di Bali jana kaki harap diperhatikan langkahnya.
     Pantai Kuta, Tanah Lot dan Uluwatu meropakan objek wisata yang sangat menarik. Jika mau berkunjung ke banyak lokasi wisata dibali, agar lebih efisien kita dapat meminjam motor di sana. GPS akan sangat membantu tentunya. dan jangan lupa juga menikmati maknaan khas bali dna oleh-oleh dari bali :().
    Liburan yang menyenangkan dibali tapi waktu memaksa kembali. Jika perjalanan kita dapat pulang ke surabaya selama setengah hari tetapi jika banyak bus yang antri, perjalanan bisa memakan waktu sehari lebih. jika mau cepat dan santai, Pesawat mungkin menjadi jawaban terbaik.
    Teruslah bermimpi dan suatu saat mimpi itu yang akan membawamu ke sana,meskipun hanya 'ptongan kecil'-nya.



Rabu, 30 Maret 2016

Penentuan Tingkat Rekomendasi Perpustakaan dengan Logika Fuzzy

     Sering kali kita memberi penilaian terhadap suatu hal dengan nilai-nilai atau parameter yang tidak jelas, seperti penilaian terhadap kebersihan ruangan. Kita akan mengatakan ruangan bersih, kotor, sangat bersih. Penilaian tersebut tidak jelas, tidak memiliki pengertian yang pasti. Penilain-penilaian yang seperti itu yang disebut dengan fuzzy. Sangat banyak permasalaah-permasalahan yang dihadapi orang-orang setiap harinya berkaitan dengan hal yang tidak jelas (fuzzy). Prof. Zadeh, dianggap sebagai founding father logika fuzzy, mengembangkan logika fuzzy menjadi suatu alat yang mampu memecahkan banyak permasalahan, baik yang bersifat intuitif maupun permasalahan teknis yang selalu mengedepankan kepastian.
     Salah satu penerapan logika fuzzy adalah dalam penentuan tingkat rekomendasi perpustakaan. Permasalahan ini sangat bersifat intuitif karena penilaian terhadap suatu perpustakaan penuh dengan parameter-parameter yang tidak jelas, seperti rapi, pelayanan yang bagus, bersih, buku-buku yang lengkap dan lain-lain.
     Dalam penentuan tingkat rekomendasi perpustakaan menggunakan logika fuzzy, yang menjadi perhatian (input) adalah pelayanan dan kelengkapan buku perpustakaan. Sehingga input sistem logika fuzzy yang digunakan ada dua, yaitu pelayanan dengan tujuh parameter dan kelengkapan buku dengan 4 parameter. Paremeter pelayanan menunjukkan seberapa baik pelayanan pengelolah perpustakaan kepada pengunjungnya. Pelayanan diberi parameter sangat buruk, buruk, cukup buruk, biasa saja, cukup baik, baik dan sangat baik. Untuk tingkat kelengkapan buku yang menjadi parameternya adalah tidak lengkap, kurang lengkap, cukup lengkap dan lengkap.
     Sistem logika fuzzy juga harus kita berikan output sebagai hasil penilaian kita terhadap perpustakaan. Output tersebut mewakili tingkat rekomendasi yang kita berikan untuk perpustakaan.n Yang menjadi parameter tingkat rekomendasi adalah tidak recommended, kurang recommended, recommended dan sangat recommended.
     Untuk menentukan bagaimana hubungan antara input (pelayanan dan kelengkapan buku) dan output (tingkat rekomendasi) sistem logkika fuzzy kita makan kita harus menentukan aturan-aturan penilaian kita. Dalam sistem logika fuzzy aturan ini disebut dengan if-then rule. Aturan yang akan kita berikan tergantung bagaimana kita akan menilai perpustakaan tersebut, misalnya jika bukunya lengkap atau pelayanannya bagus maka kita menentukan tingkat rekomendari perpustakaan tersebu recommended, jika perpustakaan memiliki pelayanan baik dan buku tidak lengkap maka perpustakaan tersebut kurang recommended. Selain dua aturan tersebut kita dapat menambahkan aturan lainnya. Pada sistem logika fuzzy ini terdapat 27 aturan.
     Sistem logika fuzzy yang dibuat disimulasikan di matlab dan dapat dilihat bahwa logikka fuzzy bisa menentukan tingkat rekomendasi perpustakaan dengan tepat, meskipun permasalahannya adalah sesatu yang diukur dengan parameter yang tidak jelas. DI matlab kita juga dapat melihat himpunan penyelesaian sistem logika fuzzy yang kita buat dalam bentuk surface graph.
     Logika fuzzy merupakan pemecah masalah yang sangat cepat dan tepat. Menentukan tingkat rekomendasi suatu perpustakaan hanya satu dari banyak masalah yang diselesaikan oleh logika fuzzy. Prof. Luthfi Zadeh pernah berkata, " banyak produk yang sama yang dapat dihasilkan tanpa menggunakan logika fuzzy, akan tetapi logika fuzzy lebih cepat dan lebih murah."


Sabtu, 26 September 2015

Si Pohon Jantan

  lagu  apa yang burung nyanyikan
  bisikan apa yang angin bawakan
  mengapa hanya ada bertahan

      pagi siang dan malam sunyi
      panas dingin menebas diri
      hanya tetap terdiam sepi

telur si pemalu mulai terbang
ulat si congkak pun ikutan terbang
hanya menatap dengan tenang

    hari musim berganti
    daun ranting silih berganti
    hanya diam menantang mentari

Rabu, 28 Januari 2015

5 Crazy Days

- something to remember-

    11 January 2015 menjadi awal perjalan yang cukup menantang. Hari itu, saya dan teman-teman, Jobit Parapat, Sulowes Siregar, Adven Hutajulu dan Ricky Banjarnahor, merencanakan perjalanan ke Semarang, Jogjakarta dan Solo. Apa pun yang terjadi, pada Senin minggu depannya kami harus berangkat. Kami tidak merencanakan perjalanan itu secara detail karena kami ingin menjalaninya saja. Pergi dan bertahan hidup selama seminggu, sebenarnya lima hari. Kami berani bertindak demikian karena kami punya teman yang bisa dihubungi di tempat tujuan jika kami sudah tidak tahan lagi. Kami mengajak satu orang teman lagi, Niko Sihombing. Kami berencana mengeksplorasi tempat sebanyak mungkin dengan biaya sedikit mungkin, Anak Kos principle.
      Pada hari Seninnya, kami berkumpul di kos Bang Jobit. Waktu yang ditetapkan sebagai waktu kumpul tidak dipatuhi. Inilah salah satu alasan kami memilih merencanakan destinsasi sambil jalan saja. Setelah semua siap dan berkumpul, kami pun berdoa dan berangkat.
     Kami naik angkot dari kos, Keputih Sukolilo, ke terminal Bratang dan dari sana ke Terminal Purabaya untuk naik Bus lagi ke Semarang. Naik Bus selama delapan Jam merupakan hal yang sangat membosankan. Untungnya, Bang Jobit Parapat membawa kartu untuk dimainkan sehingga penantian yang panjang serasa pendek. Karena berangkat jam 11dari Surabaya, kami pun tiba hampir jam 19 : 00. Terminal tempat kami tiba bernama Terboyo.
     Setibanya di Semarang, hal pertama yang kami cari adalah makan malam.Kami langsung berjalan keluar terminal mencari warung tempat untuk makan. Akhirnya kami menemukannya, murah dan banyak. Setelah makan dan membuat rencana kunjungan kami pun lanjut jalan kaki. Tujuan pertama kami adalah Gereja Blenduk. Hal terdekat yang bisa kami capai dengan jalan kaki. Di tengah jalan menuju Gereja kami melihat Rumah sakit. Kami langsung masuk saja untuk mengeluarkan apa yang perlu dikeluarkan dengan gaya sebagai pengunjung. Sungguh hal yang menyenangkan bisa meresmikan Toilet baru bangunan itu. Bangunan itu ternyata baru selesai di bangun dan belum digunakan sama sekali. Sungguh terhormat rasanya menjadi orang pertama merasakan Toiletnya, meskipun belum tentu kami yang pertama.
     Akhirnya kami berjalan mencari Gereja Blenduk itu. Kami rasa itu perlu dikunjungi karena berdasarkan info yang kami peroleh, Gereja itu adalah gereja tertua di Pulau Jawa. Dengan bermodalkan GPS android kami mencarinya. Berjalan menuju tanda pada peta. Dan Akhirnya kami tersesat. Informasi pada Google map itu tidak akurat. Gereja itu tidak ada di sana dan kami berada di perkampungan di pinggir kota semarang. Sungguh mengecewakan. Kami pun mencari-cari informasi tentang gereja itu lebih dalam dan akhirnya ada tulisan yang mengatakan kalau lokasinya bukan disitu. Namanya juga sudah berbeda. Mau tidak mau kami  berjalan lebih jauh lagi hingga kami menemukannya. Kami menemukan sebuah gereja yang cukup besar dangan desain luar biasa namun hanya bisa menikmatinya dari luar saja. Orang-orang tidak boleh sembarangan masuk ke dalam. Setelah itu???
     Kami bingung mau kemana lagi, saat itu masih pukul 20:00 WIB. Kami cari tempat terdekat yang mempunyai nilai lebih untuk dikunjungi lagi. Dan akhirnya kami menemukan sebuah tempat yang tempat. Sebuah Kuil yang katanya cukup bernilai. kami berjalan menuju kesana, ke arah Google map mendukung kami dan akhirnya kami tersesat lagi. Tempat yang kami tuju hanya sebuah gudang tua dipinggir sungai. kepercayaan kami kepada GPS semakin luntur. Akhirnya kami memutuskan tidak mencarinya lagi dan berjalan aja ke arah Simpang Lima Semarang dengan rencana kami akan tidur di tempat yang memungkinkan yang akan kami temukan dijalan karena malam sudah sangat larut. Daerah Semarang yang kami lewati cukup kumuh tapi banyak orang-orang yang nongkrong di malam hari.Semarang benar-benar terlihat tua dan mencekam saat itu.
    Karena mencapai Simpang Lima malam itu tidak memungkinkan, kami pun mencari tempat yang memungkinkan untuk menginap. Ada beberapa tempat yang memungkinkan untuk ditiduri tapi petugas keamanan tak mengijinkan. Setelah pencarian yang panjang kami melihat tempat pemberhentian Bus Trans Semarang (BRT). Tempat tertutup dan cukup besar. Betapa beruntungnya, kami menemukan colokan untuk mencharger dan bisa tidur di sana. Meski tidak nyaman yang penting tidur.
     Jam 3 pagi kami dikejutkan suara yang sangat keras. Petugas Halte datang dan tidak sengaja menjatuhkan kursi dalam halte sehingga timbul suara yang sangat mengejutkan. Dengan muka polos kami keluar dan jalan begitu saja ke arah Simpang lima. Karena berjalan terus kami sampia di Tugu Muda. Saat itu hampir pukul lima pagi. Kami memutuskan tidur aja di taman itu karena masih mengantuk hingga pukul 8 pagi. Beberapa dari kami ada yang bangun lebih awal untuk mengambil foto-foto kami di tugu itu. Sunggu malam yang melelahkan.
     
tidur di taman Tugu Muda
Mit Jobit Vor dem Monument

     Setelah itu kami menunggu Lawang Sewu buka. Kami ingin melihat bangunan yang cukup terkenal di kota ini. Bangunan dengan pintu yang banyak sekali dan menjadi bagian dari perkembangan perkeretaapian Indonesia. Didalamnya kami menemukan banyak ruangan dengan pintu yang sangat banyak. Hal yang pertama kami lakukan setelah masuk adalah mencari kamar mandi, tempat cuci muka, sikat gigi dll. Selagi ada kesempatan 8-). Bangunan itu sangat menakjubkan. Selain itu, di sana kita juga dapat menemukan sejarah perkeretaapian Indonesia.
Adven nang Lawang Sewu
     Setelah puas dari sana kami pun mencari makan. Entah dimana pun itu yang penting kenyang, murah dan tidak bawa penyakit.
     Perjalan ini membawa kami untuk menemu teman-teman kami anak UNDIP. Disana kami bisa nginap dan mengatur rencana kedepannya. Kami pun naik BTR ke tempat mereka Menurut saya BTR masih banyak kekurangan dibanding Trans Jogja. 
     Di kos mereka kami melakukan pembersihan diri dan tidur setelah beberapa menit basa-basi. Karena tidur siang hari kami jadi begadang, bermain kartu dan playstation sampai pagi. Padahal kami berencana berangkat pagi ke Ungaran, tepatnya Penggaron. Kami belajar beberapa jenis permainan kartu yang tidak kami ketahui sebelumnya dan bermain hingga pagi dan akhirnya kami tepar paginya. Rencana pun berubah dan akhirnya berangkat jam 13 : 00 ke ungaran. Kali ini kami akan memberi kesempatan kepada Google map untuk membuktikan bahwa dia masih terharapkan. Kami menjalani begitu saja hingga akhirnya tiba di penggaron. Setibanya di sana pengelolahwisata mengatakan kalau kami rugi masuk kedalam. Hanya hutan tok dan gak ada untungnya. Sungguh aneh dan mengecewakan. Tapi sepertinya dia mencegah kami tersesat nantinya karena kami datang sudah sangat sore. Sungguh perjalanan yang luar biasa demi sebuah kekecewaan. Akhirnya kami duduk sebentar dan merencanakan perjalanan selanjutnya. Kami sepakat pergi ke Borobudur saja. Setelah itu kami ke Jogja, Solo dan Surabaya.
    Kami pun mencari terminal yang memberangkatkan Bus ke Terminal. Setibanya di sana kami mendapati bahwa bus tujuan Magelang sudah Habis. Akhirnya kami mencari tujuan Jogjakarta namun tidak ada juga.Hanya ada bus tujuan Purwokerto, kata Supirnya kami bisa turun di Secang dan mengambil bus Dari sana ke Magelang dan dari Magelang ke Jogja. Kami naik itu aja, sekalian tujuan Magelang aja. Akhirnya kami kembali ke rencana awal. Namun mobilnya berangkat terlalu malam sehingga sampai di Secang kami tidak menemukan apa-apa. Informasi kami mengatakan kalau dari secang ke Borobudur menghabiskan biaya 20K IDR. Untungnya di Secang ada taksi yang mau membawa kami ke Borobudur dengan biaya150K, kami tawar dan deal 130K. Kami sungguh diantar sampai ke depan Candi.
    Sesampainya di sana kami ditawari penginapan murah, tapi karena tujuan kami bukan hanya banyak jalan-jalan tetapi juga mempress biaya kami menolak. Kami yakin akan menemukan tempat yang bisa ditiduri dan ternyata benar. Kami menemukan kios-kios kosong di depan candi dan banyak dialiri arus. Cukup terang dan kami bisa mengisi bateray alat perang kami. Kami pun bermain kartu menunggu fajar dan beberapa dari kami memutuskan untuk istirahat saja.
Man of the night


Morning, Boro!

     Menunggu Candi buka, kami mencari makan dulu. Setelah full kami langsung ke candi dan menikmati suasana yang sangat menakjubkan. Mengamati relief dan stupa candi merupakan kegiatan yang cukup menyenangkan. Tidak lupa kami juga mengaadikan momen yang sangat jarang terjadi dalam hidup kami. Karena kami tidak punya rencana yang diburu oleh waktu, Kami memuaskan mata kami dengan segala pemandangan yang ada pada lokasi tersebut. Kami mengunjungi semua tempat yang ada di sana. Asalkan gratis masuk. Tempat lain yang kami kunjungi selain candi adalah Museum Borobudur,  Museum kapal besar yang menyajikan kejayaan pelayaran Indonesia dan juga bukit yang yang saya lupa namanya, yang pasti bukit itu menyajikan pemandangan yang indah dan sangat menyenangkan bermain kartu pada gajebonya. hahaha... Setelah puas kami pun mencari Transportasi yang dapat membawa kami ke Jogja. Kami akan menginap di kos teman-teman anak UGM yang baik hati.

Man of Borobudur
     Di Jogja kami disambut hangat. Di sana kami memperbanyak tidur dan makan saja. Malamnya kami memutuskan untuk tidak di kos. Kami pergi keluar dan menikmati malam di Jogja. Bermain-main di Alun-alun Selatan dan menghabiskan dini hari di bukit bintang sambil bernyanyi dan tentu saja bermain karu. Saat pagi tiba, kami begitu bahagia karena akan segera pulang. Pulang ke Surabaya menjadi hal yang sangat kami inginkan dan akhirnya perjalanan yang cukup menyiksa ini selesai juga. Untungnya perjalanan ke Surabaya lancar dan kami tiba dengan semangat. Finally, Kos sweat Kos..

Thanks God for this meaningful journey ...