Sering kali kita memberi penilaian terhadap suatu hal
dengan nilai-nilai atau parameter yang tidak jelas, seperti penilaian terhadap
kebersihan ruangan. Kita akan mengatakan ruangan bersih, kotor, sangat bersih.
Penilaian tersebut tidak jelas, tidak memiliki pengertian yang pasti.
Penilain-penilaian yang seperti itu yang disebut dengan fuzzy. Sangat banyak
permasalaah-permasalahan yang dihadapi orang-orang setiap harinya berkaitan
dengan hal yang tidak jelas (fuzzy). Prof. Zadeh, dianggap sebagai founding
father logika fuzzy, mengembangkan logika fuzzy menjadi suatu alat yang mampu
memecahkan banyak permasalahan, baik yang bersifat intuitif maupun permasalahan
teknis yang selalu mengedepankan kepastian.
Salah satu penerapan logika fuzzy adalah dalam
penentuan tingkat rekomendasi perpustakaan. Permasalahan ini sangat bersifat
intuitif karena penilaian terhadap suatu perpustakaan penuh dengan
parameter-parameter yang tidak jelas, seperti rapi, pelayanan yang bagus,
bersih, buku-buku yang lengkap dan lain-lain.
Dalam penentuan tingkat rekomendasi perpustakaan
menggunakan logika fuzzy, yang menjadi perhatian (input) adalah pelayanan dan
kelengkapan buku perpustakaan. Sehingga input sistem logika fuzzy yang
digunakan ada dua, yaitu pelayanan dengan tujuh parameter dan kelengkapan buku
dengan 4 parameter. Paremeter pelayanan menunjukkan seberapa baik pelayanan
pengelolah perpustakaan kepada pengunjungnya. Pelayanan diberi parameter sangat
buruk, buruk, cukup buruk, biasa saja, cukup baik, baik dan sangat baik. Untuk
tingkat kelengkapan buku yang menjadi parameternya adalah tidak lengkap, kurang
lengkap, cukup lengkap dan lengkap.
Sistem logika fuzzy juga harus kita berikan output
sebagai hasil penilaian kita terhadap perpustakaan. Output tersebut mewakili
tingkat rekomendasi yang kita berikan untuk perpustakaan.n Yang menjadi
parameter tingkat rekomendasi adalah tidak recommended, kurang recommended,
recommended dan sangat recommended.
Untuk menentukan bagaimana hubungan antara input
(pelayanan dan kelengkapan buku) dan output (tingkat rekomendasi) sistem
logkika fuzzy kita makan kita harus menentukan aturan-aturan penilaian kita.
Dalam sistem logika fuzzy aturan ini disebut dengan if-then rule. Aturan yang akan
kita berikan tergantung bagaimana kita akan menilai perpustakaan tersebut,
misalnya jika bukunya lengkap atau pelayanannya bagus maka kita menentukan
tingkat rekomendari perpustakaan tersebu recommended, jika perpustakaan
memiliki pelayanan baik dan buku tidak lengkap maka perpustakaan tersebut
kurang recommended. Selain dua aturan tersebut kita dapat menambahkan aturan
lainnya. Pada sistem logika fuzzy ini terdapat 27 aturan.
Sistem logika fuzzy yang dibuat disimulasikan di
matlab dan dapat dilihat bahwa logikka fuzzy bisa menentukan tingkat
rekomendasi perpustakaan dengan tepat, meskipun permasalahannya adalah sesatu
yang diukur dengan parameter yang tidak jelas. DI matlab kita juga dapat
melihat himpunan penyelesaian sistem logika fuzzy yang kita buat dalam bentuk
surface graph.
Logika fuzzy merupakan pemecah masalah yang sangat
cepat dan tepat. Menentukan tingkat rekomendasi suatu perpustakaan hanya satu
dari banyak masalah yang diselesaikan oleh logika fuzzy. Prof. Luthfi Zadeh
pernah berkata, " banyak produk yang sama yang dapat dihasilkan tanpa
menggunakan logika fuzzy, akan tetapi logika fuzzy lebih cepat dan lebih
murah."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar