" Jangan mati dulu sebelum menginjak pulau Dewata", begitulah penggambaran keistimewaan pulau bali yang saya dengar ketika kecil, masih lugu dan berpikir suatu saat saya akan berdiri di pulau dewata. terlalu kecil dan lugu untuk bermimpi. Hal itu bisa jadi sesuatu yang sangat susah tercapai bagi orang seperti saya jika saya tidak berani bermimpi untuk menginjakkan kaki di pulau bali dan akhirnya, entah karena apa dan bagaimana hal itu sudah terjadi. Masa kecil yang sangat ku dirindukan, masa dimana kita berani bermimpi dan pada akhirnya mimpi itu membawa kita ke sana.
Pulau Bali merupakan destinasi wisata yang sangat populer di dunia, bahkan ada berita yang mengatakan kalau orang lebih banyak yang mengenal pulau bali dibandingkan dengan orang yang mengenal Indonesia. Hal tersebut mungkin terjadi karena Bali memang sangat indah dan merupakan tempat yang tepat untuk menghabiskan masa libur. Tapi bagi saya, bukan hanya Bali, semua daerah di Indonesia mempunyai kekayaan budaya dan potensi wisata yang luar biasa.
Saya merupakan mahasiswa semester 6 saat ini, karena ada kebetulan ada waktu libur yang cukup lama menurut saya, saya dan teman-teman menyusun rencana menghabiskan liburan di bali. kami berangkat dari surabaya pada hari Rabu malam dan kembali ke surabaya pada hari minggu di minggu yang sama. 4 hari bukanlah hari yang cukup untuk menikmati pulau bali, tapi sudah cukup untuk bersenang-senga di sana.
Enam orang mahasiswa dengan perlengkapan seadanya berangkat ke Bali dengan naik bus dari Surabaya. Bagi mahasiswa seperti saya bus adalah transportasi yang ramah kepada kantong. Dari Terminal Bungur Asi, Surabaya, kami mengambil bus tujuan Banyu Wangi. Saat itu sekitar jam sepuluh malam. Penumpang cukup banyak di sana sehingga kami berenam harus berusaha naik bus secepat mungkin dan bersamaan karena perjalanan lebih menyenangkan jalan bersama.
Bus tujuan Banyu Wangi tiba dan kami segera naik. Setelah berjalan beberapa menit, kondektor datang menagih ongkos dan anehnya ongkos yang diminta hanya sampai Probolinggo. Damn! wrong bus. Hati-hati naik bus di sana karena jelas-jelas supir bus memanggil dengan tujuan BanyuWangi akan tetapi dengan perasaan santai sang kondektur hanya membalas protes dari penumpang karena tujuannya berubah menjadi hanya sampai Probolinggo. Jawabannya sama dan tanpa ada rasa bersalah, "Probolinggghoooh, :)".
Terpaksa kita harus mengambil bus lagi dari Probolinggo menuju Banyu Wangi. Di Ketapang Banyu wangi antrian mobil menuju pelabuhan sangat panjang sehingga kami memutuskan untuk berjalan kaki sejauh 3 KM dan mobil yang kami tinggalkan terlalu jauh di belakang. Yesss!
Harga pejalan kaki di pelabuhan cukup murah untuk menyebrang ke Gili Manuk Bali, hanya 6000 rupiah dan dari gili manuk kita lanjut keterminal Ubung dengan Angkot dan dari sana diantar ke penginapan di Nusa Dua oleh saudara teman kita.
Pantai di Bali memang sangat Indah dan jalanan di sana sangat wangi karena ada dupa atau apa namanya yang di bakar di depan setiap tokoh, untuk kita saya sarankan kalau di Bali jana kaki harap diperhatikan langkahnya.
Pantai Kuta, Tanah Lot dan Uluwatu meropakan objek wisata yang sangat menarik. Jika mau berkunjung ke banyak lokasi wisata dibali, agar lebih efisien kita dapat meminjam motor di sana. GPS akan sangat membantu tentunya. dan jangan lupa juga menikmati maknaan khas bali dna oleh-oleh dari bali :().
Liburan yang menyenangkan dibali tapi waktu memaksa kembali. Jika perjalanan kita dapat pulang ke surabaya selama setengah hari tetapi jika banyak bus yang antri, perjalanan bisa memakan waktu sehari lebih. jika mau cepat dan santai, Pesawat mungkin menjadi jawaban terbaik.
Teruslah bermimpi dan suatu saat mimpi itu yang akan membawamu ke sana,meskipun hanya 'ptongan kecil'-nya.
Teruslah bermimpi dan suatu saat mimpi itu yang akan membawamu ke sana,meskipun hanya 'ptongan kecil'-nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar