- something to remember-
11 January 2015 menjadi awal perjalan yang cukup menantang. Hari itu, saya dan teman-teman, Jobit Parapat, Sulowes Siregar, Adven Hutajulu dan Ricky Banjarnahor, merencanakan perjalanan ke Semarang, Jogjakarta dan Solo. Apa pun yang terjadi, pada Senin minggu depannya kami harus berangkat. Kami tidak merencanakan perjalanan itu secara detail karena kami ingin menjalaninya saja. Pergi dan bertahan hidup selama seminggu, sebenarnya lima hari. Kami berani bertindak demikian karena kami punya teman yang bisa dihubungi di tempat tujuan jika kami sudah tidak tahan lagi. Kami mengajak satu orang teman lagi, Niko Sihombing. Kami berencana mengeksplorasi tempat sebanyak mungkin dengan biaya sedikit mungkin, Anak Kos principle.Pada hari Seninnya, kami berkumpul di kos Bang Jobit. Waktu yang ditetapkan sebagai waktu kumpul tidak dipatuhi. Inilah salah satu alasan kami memilih merencanakan destinsasi sambil jalan saja. Setelah semua siap dan berkumpul, kami pun berdoa dan berangkat.
Kami naik angkot dari kos, Keputih Sukolilo, ke terminal Bratang dan dari sana ke Terminal Purabaya untuk naik Bus lagi ke Semarang. Naik Bus selama delapan Jam merupakan hal yang sangat membosankan. Untungnya, Bang Jobit Parapat membawa kartu untuk dimainkan sehingga penantian yang panjang serasa pendek. Karena berangkat jam 11dari Surabaya, kami pun tiba hampir jam 19 : 00. Terminal tempat kami tiba bernama Terboyo.
Setibanya di Semarang, hal pertama yang kami cari adalah makan malam.Kami langsung berjalan keluar terminal mencari warung tempat untuk makan. Akhirnya kami menemukannya, murah dan banyak. Setelah makan dan membuat rencana kunjungan kami pun lanjut jalan kaki. Tujuan pertama kami adalah Gereja Blenduk. Hal terdekat yang bisa kami capai dengan jalan kaki. Di tengah jalan menuju Gereja kami melihat Rumah sakit. Kami langsung masuk saja untuk mengeluarkan apa yang perlu dikeluarkan dengan gaya sebagai pengunjung. Sungguh hal yang menyenangkan bisa meresmikan Toilet baru bangunan itu. Bangunan itu ternyata baru selesai di bangun dan belum digunakan sama sekali. Sungguh terhormat rasanya menjadi orang pertama merasakan Toiletnya, meskipun belum tentu kami yang pertama.
Akhirnya kami berjalan mencari Gereja Blenduk itu. Kami rasa itu perlu dikunjungi karena berdasarkan info yang kami peroleh, Gereja itu adalah gereja tertua di Pulau Jawa. Dengan bermodalkan GPS android kami mencarinya. Berjalan menuju tanda pada peta. Dan Akhirnya kami tersesat. Informasi pada Google map itu tidak akurat. Gereja itu tidak ada di sana dan kami berada di perkampungan di pinggir kota semarang. Sungguh mengecewakan. Kami pun mencari-cari informasi tentang gereja itu lebih dalam dan akhirnya ada tulisan yang mengatakan kalau lokasinya bukan disitu. Namanya juga sudah berbeda. Mau tidak mau kami berjalan lebih jauh lagi hingga kami menemukannya. Kami menemukan sebuah gereja yang cukup besar dangan desain luar biasa namun hanya bisa menikmatinya dari luar saja. Orang-orang tidak boleh sembarangan masuk ke dalam. Setelah itu???
Kami bingung mau kemana lagi, saat itu masih pukul 20:00 WIB. Kami cari tempat terdekat yang mempunyai nilai lebih untuk dikunjungi lagi. Dan akhirnya kami menemukan sebuah tempat yang tempat. Sebuah Kuil yang katanya cukup bernilai. kami berjalan menuju kesana, ke arah Google map mendukung kami dan akhirnya kami tersesat lagi. Tempat yang kami tuju hanya sebuah gudang tua dipinggir sungai. kepercayaan kami kepada GPS semakin luntur. Akhirnya kami memutuskan tidak mencarinya lagi dan berjalan aja ke arah Simpang Lima Semarang dengan rencana kami akan tidur di tempat yang memungkinkan yang akan kami temukan dijalan karena malam sudah sangat larut. Daerah Semarang yang kami lewati cukup kumuh tapi banyak orang-orang yang nongkrong di malam hari.Semarang benar-benar terlihat tua dan mencekam saat itu.
Karena mencapai Simpang Lima malam itu tidak memungkinkan, kami pun mencari tempat yang memungkinkan untuk menginap. Ada beberapa tempat yang memungkinkan untuk ditiduri tapi petugas keamanan tak mengijinkan. Setelah pencarian yang panjang kami melihat tempat pemberhentian Bus Trans Semarang (BRT). Tempat tertutup dan cukup besar. Betapa beruntungnya, kami menemukan colokan untuk mencharger dan bisa tidur di sana. Meski tidak nyaman yang penting tidur.
Jam 3 pagi kami dikejutkan suara yang sangat keras. Petugas Halte datang dan tidak sengaja menjatuhkan kursi dalam halte sehingga timbul suara yang sangat mengejutkan. Dengan muka polos kami keluar dan jalan begitu saja ke arah Simpang lima. Karena berjalan terus kami sampia di Tugu Muda. Saat itu hampir pukul lima pagi. Kami memutuskan tidur aja di taman itu karena masih mengantuk hingga pukul 8 pagi. Beberapa dari kami ada yang bangun lebih awal untuk mengambil foto-foto kami di tugu itu. Sunggu malam yang melelahkan.
![]() |
| tidur di taman Tugu Muda |
![]() |
| Mit Jobit Vor dem Monument |
Setelah itu kami menunggu Lawang Sewu buka. Kami ingin melihat bangunan yang cukup terkenal di kota ini. Bangunan dengan pintu yang banyak sekali dan menjadi bagian dari perkembangan perkeretaapian Indonesia. Didalamnya kami menemukan banyak ruangan dengan pintu yang sangat banyak. Hal yang pertama kami lakukan setelah masuk adalah mencari kamar mandi, tempat cuci muka, sikat gigi dll. Selagi ada kesempatan 8-). Bangunan itu sangat menakjubkan. Selain itu, di sana kita juga dapat menemukan sejarah perkeretaapian Indonesia.
![]() |
| Adven nang Lawang Sewu |
Setelah puas dari sana kami pun mencari makan. Entah dimana pun itu yang penting kenyang, murah dan tidak bawa penyakit.
Perjalan ini membawa kami untuk menemu teman-teman kami anak UNDIP. Disana kami bisa nginap dan mengatur rencana kedepannya. Kami pun naik BTR ke tempat mereka Menurut saya BTR masih banyak kekurangan dibanding Trans Jogja.
Di kos mereka kami melakukan pembersihan diri dan tidur setelah beberapa menit basa-basi. Karena tidur siang hari kami jadi begadang, bermain kartu dan playstation sampai pagi. Padahal kami berencana berangkat pagi ke Ungaran, tepatnya Penggaron. Kami belajar beberapa jenis permainan kartu yang tidak kami ketahui sebelumnya dan bermain hingga pagi dan akhirnya kami tepar paginya. Rencana pun berubah dan akhirnya berangkat jam 13 : 00 ke ungaran. Kali ini kami akan memberi kesempatan kepada Google map untuk membuktikan bahwa dia masih terharapkan. Kami menjalani begitu saja hingga akhirnya tiba di penggaron. Setibanya di sana pengelolahwisata mengatakan kalau kami rugi masuk kedalam. Hanya hutan tok dan gak ada untungnya. Sungguh aneh dan mengecewakan. Tapi sepertinya dia mencegah kami tersesat nantinya karena kami datang sudah sangat sore. Sungguh perjalanan yang luar biasa demi sebuah kekecewaan. Akhirnya kami duduk sebentar dan merencanakan perjalanan selanjutnya. Kami sepakat pergi ke Borobudur saja. Setelah itu kami ke Jogja, Solo dan Surabaya.
Kami pun mencari terminal yang memberangkatkan Bus ke Terminal. Setibanya di sana kami mendapati bahwa bus tujuan Magelang sudah Habis. Akhirnya kami mencari tujuan Jogjakarta namun tidak ada juga.Hanya ada bus tujuan Purwokerto, kata Supirnya kami bisa turun di Secang dan mengambil bus Dari sana ke Magelang dan dari Magelang ke Jogja. Kami naik itu aja, sekalian tujuan Magelang aja. Akhirnya kami kembali ke rencana awal. Namun mobilnya berangkat terlalu malam sehingga sampai di Secang kami tidak menemukan apa-apa. Informasi kami mengatakan kalau dari secang ke Borobudur menghabiskan biaya 20K IDR. Untungnya di Secang ada taksi yang mau membawa kami ke Borobudur dengan biaya150K, kami tawar dan deal 130K. Kami sungguh diantar sampai ke depan Candi.
Sesampainya di sana kami ditawari penginapan murah, tapi karena tujuan kami bukan hanya banyak jalan-jalan tetapi juga mempress biaya kami menolak. Kami yakin akan menemukan tempat yang bisa ditiduri dan ternyata benar. Kami menemukan kios-kios kosong di depan candi dan banyak dialiri arus. Cukup terang dan kami bisa mengisi bateray alat perang kami. Kami pun bermain kartu menunggu fajar dan beberapa dari kami memutuskan untuk istirahat saja.
![]() |
| Man of the night |
![]() |
| Morning, Boro! |
Menunggu Candi buka, kami mencari makan dulu. Setelah full kami langsung ke candi dan menikmati suasana yang sangat menakjubkan. Mengamati relief dan stupa candi merupakan kegiatan yang cukup menyenangkan. Tidak lupa kami juga mengaadikan momen yang sangat jarang terjadi dalam hidup kami. Karena kami tidak punya rencana yang diburu oleh waktu, Kami memuaskan mata kami dengan segala pemandangan yang ada pada lokasi tersebut. Kami mengunjungi semua tempat yang ada di sana. Asalkan gratis masuk. Tempat lain yang kami kunjungi selain candi adalah Museum Borobudur, Museum kapal besar yang menyajikan kejayaan pelayaran Indonesia dan juga bukit yang yang saya lupa namanya, yang pasti bukit itu menyajikan pemandangan yang indah dan sangat menyenangkan bermain kartu pada gajebonya. hahaha... Setelah puas kami pun mencari Transportasi yang dapat membawa kami ke Jogja. Kami akan menginap di kos teman-teman anak UGM yang baik hati.
.jpg)
.jpg)
![]() |
| Man of Borobudur |
![]() |
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar