Rabu, 30 Maret 2016

Penentuan Tingkat Rekomendasi Perpustakaan dengan Logika Fuzzy

     Sering kali kita memberi penilaian terhadap suatu hal dengan nilai-nilai atau parameter yang tidak jelas, seperti penilaian terhadap kebersihan ruangan. Kita akan mengatakan ruangan bersih, kotor, sangat bersih. Penilaian tersebut tidak jelas, tidak memiliki pengertian yang pasti. Penilain-penilaian yang seperti itu yang disebut dengan fuzzy. Sangat banyak permasalaah-permasalahan yang dihadapi orang-orang setiap harinya berkaitan dengan hal yang tidak jelas (fuzzy). Prof. Zadeh, dianggap sebagai founding father logika fuzzy, mengembangkan logika fuzzy menjadi suatu alat yang mampu memecahkan banyak permasalahan, baik yang bersifat intuitif maupun permasalahan teknis yang selalu mengedepankan kepastian.
     Salah satu penerapan logika fuzzy adalah dalam penentuan tingkat rekomendasi perpustakaan. Permasalahan ini sangat bersifat intuitif karena penilaian terhadap suatu perpustakaan penuh dengan parameter-parameter yang tidak jelas, seperti rapi, pelayanan yang bagus, bersih, buku-buku yang lengkap dan lain-lain.
     Dalam penentuan tingkat rekomendasi perpustakaan menggunakan logika fuzzy, yang menjadi perhatian (input) adalah pelayanan dan kelengkapan buku perpustakaan. Sehingga input sistem logika fuzzy yang digunakan ada dua, yaitu pelayanan dengan tujuh parameter dan kelengkapan buku dengan 4 parameter. Paremeter pelayanan menunjukkan seberapa baik pelayanan pengelolah perpustakaan kepada pengunjungnya. Pelayanan diberi parameter sangat buruk, buruk, cukup buruk, biasa saja, cukup baik, baik dan sangat baik. Untuk tingkat kelengkapan buku yang menjadi parameternya adalah tidak lengkap, kurang lengkap, cukup lengkap dan lengkap.
     Sistem logika fuzzy juga harus kita berikan output sebagai hasil penilaian kita terhadap perpustakaan. Output tersebut mewakili tingkat rekomendasi yang kita berikan untuk perpustakaan.n Yang menjadi parameter tingkat rekomendasi adalah tidak recommended, kurang recommended, recommended dan sangat recommended.
     Untuk menentukan bagaimana hubungan antara input (pelayanan dan kelengkapan buku) dan output (tingkat rekomendasi) sistem logkika fuzzy kita makan kita harus menentukan aturan-aturan penilaian kita. Dalam sistem logika fuzzy aturan ini disebut dengan if-then rule. Aturan yang akan kita berikan tergantung bagaimana kita akan menilai perpustakaan tersebut, misalnya jika bukunya lengkap atau pelayanannya bagus maka kita menentukan tingkat rekomendari perpustakaan tersebu recommended, jika perpustakaan memiliki pelayanan baik dan buku tidak lengkap maka perpustakaan tersebut kurang recommended. Selain dua aturan tersebut kita dapat menambahkan aturan lainnya. Pada sistem logika fuzzy ini terdapat 27 aturan.
     Sistem logika fuzzy yang dibuat disimulasikan di matlab dan dapat dilihat bahwa logikka fuzzy bisa menentukan tingkat rekomendasi perpustakaan dengan tepat, meskipun permasalahannya adalah sesatu yang diukur dengan parameter yang tidak jelas. DI matlab kita juga dapat melihat himpunan penyelesaian sistem logika fuzzy yang kita buat dalam bentuk surface graph.
     Logika fuzzy merupakan pemecah masalah yang sangat cepat dan tepat. Menentukan tingkat rekomendasi suatu perpustakaan hanya satu dari banyak masalah yang diselesaikan oleh logika fuzzy. Prof. Luthfi Zadeh pernah berkata, " banyak produk yang sama yang dapat dihasilkan tanpa menggunakan logika fuzzy, akan tetapi logika fuzzy lebih cepat dan lebih murah."