lagu apa yang burung nyanyikan
bisikan apa yang angin bawakan
mengapa hanya ada bertahan
pagi siang dan malam sunyi
panas dingin menebas diri
hanya tetap terdiam sepi
telur si pemalu mulai terbang
ulat si congkak pun ikutan terbang
hanya menatap dengan tenang
hari musim berganti
daun ranting silih berganti
hanya diam menantang mentari
Sabtu, 26 September 2015
Minggu, 23 Agustus 2015
Kutukan Cinta
Penulis : Victor Hugo
Penerbit : Serambi
Tebal : 572 halaman
Cerita dari buku yang berjudul asli Notre Dame de Paris karya Victor Hugo ini sangat menarik, mengagumkan dan luar biasa. Di dalamnya diceritakan mengenai kehidupan gadis gipsi bernama La Esmeralda yang diculik ketika bayi oleh gipsi dan menukarnya dengan seorang anak dimana takdir mempertemukan mereka di masa yang akan datang. La Esmeralda adalah gadis yang begitu cantik yang hidup sebagai gadis gipsi dan anak yang ditukarkan dengannya itu adalah seorang lelaki yang buruk rupa dan memiliki begitu banyak kekurangan, sangat berbeda dengan si cantik Esmeralda.
Pendeskripsian oleh pengarang begitu nyata dan seolah anda berada di sana -di antara keributan, parit, alun-alun, bangunan serta kebudayaannya.
Alur buku ini membuatnya begitu menarik karena kejadian demi kejadian berhubungan dan semakin menambah kekesalan anda saat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan Anda akan mulai mengutuki tokohnya satu persatu. Anda bahkan akan mulai dan akan benar-benar membencinya.
Dalam buku ini kita dapat melihat kehidupan orang-orang yang menjadi buta karena cinta, seolah cinta adalah kutuk. Cinta yang mengubah haluan hidup seseorang, melupakan posisinya, menimbulkan pemberontakan dan derita. Di dalamnya juga kita dapat melihat bagaimana besarnya cinta seorang ibu kepada anaknya dan akan melindunginya sampai akhir, apapun yang bisa dilakukan dilakukannya.Sungguh cerita yang begitu menyedihkan dan perlu dibaca.
Resensi buku/novel oleh Erwin Manurung
Resensi buku/novel oleh Erwin Manurung
Rabu, 19 Agustus 2015
The Rock Gandhi
Salah satu pemimpin yang paling disegani pada masanya dan selalu bisa menjadi panutan bagi generasi berikutnya, dia adalah Mahatma Gandhi. Dia lahir tanggal 2 Oktober 1869 di India yang saat itu masih berstatus sebagai koloni Britania Raya.
Pada masa mudanya dia begitu mencintai India dan sangat menghargai Inggris dan juga kebudayaannya, dia bahkan belajar hukum di negara tersebut,setelah menikah pada usia yang sangat muda, dan bergaya seperti halnya orang-orang Ingris.Setelah menyelesaikan studinya dia kembali ke negaranya namun untuk bekerja dalam bidangnya namun nasibnya tidak terlalu bagus, bahkan dia mengalami penolakan yang cukup tidak mengenakkan dari pemerintahan Inggris untuk pertama kalinya yang kemdian mempengaruhi cara pandangnya kepada pemerintahan tersebut. Pada tahun 1893 dia menerima kontrak dengan salah satu perasuhan India dan dia harus pergi ke Natal, Afrika Selatan untuk menjalankan tugasnya.
Di Afrika Selatan, Gandhi mendapat perlakuan diskriminatif seperti dipindahkan ke kelas 3 walaupun dia memiliki tiket kelas 1 di kereta di Afrika selatan yang membuatnya dikeluarkan karena menantang hal tersebut. Sebagai orang yang pernah belajar di London dia memiliki sikap seperti orang-orang Britania dan selalu mengganggap dirinya tidak berbeda dengan orang Inggris lainnya dan ingin semua orang diperlakukan sama. Hal ini lah yang membuat dia mendirikan kongres warga India di Natal dan menuntut beberapa hal kepada pemerintah yang menurutnya terlalu memberatkan warga India di Natal. Selain itu Gandhi juga mendirikan gerakan yang membantu tentara Inggris selama perang lewat bantuan medis karena dia menganggap Inggris adalah sekutu. Pada saat itu dia memulai gerakan yang disebutnya sebagai satyagraha, yaitu gerakan protes tanpa kekerasan. Dia memiliki pengaruh yang sangat besar dalam masyarakat India di sana dan berhasil mengajak mereka protes dan menentang peraturan pemerintah yang menurut mereka terlalu memberatkan. Akibatnya, banyak mereka yang dipenjara karena protes tersebut, namun Gandhi senang dengan hal itu dan mengajak warga negara India di sana tetap melakukan penentangan tanpa melakukan kekerasan samapi suara mereka didengar, bagi mereka penjara adalah tempat yang baik sampai protes mereka terdengar.Meski begitu, dia selalu menyebut orang-orang yang disuratinya sebagai sahabat terkasih, termasuk para pemimpin dari Inggris. Akhirnya pemerintah mau berunding dengan The Rock dan mendengar hal-hal yang menjadikan keluhan mereka.
Pada tahun 1915 Gandhi kembali ke India. Dia mulai menyusun konsep kemerdekaan negaranya. Dia memimpin negara itu meskipun tidak berstatus sebagai ketua. Itu adalah rencana yang akan memakan waktu yang lama. Dia melakukan banyak protes kepada pemerintah Inggris mengenai kebijakan-kebijakan yang dianggapnya merugikan rakyat India. Salah satunya adalah pajak garam yang dianggapnya terlalu tinggi padahal garam adalah kebutuhan yang sangat penting bagi warga India dan harusnya mudah mereka dapatkan tanpa harus membayar pajak yang mahal. Dia melakukan protes dengan melakukan jalan kaki dan berpuasa sejauh beberapa mil hingga keinginannya didengar oleh pemerintah Inggris tetapi tidak menghendaki adanya tindak kekerasan. Dia begitu dicintai oleh rakyat India yang menganggapnya sebagai Mahatma mereka. Dia juga melakukan boikot terhadap barang-barang impor dan mulai menggunakan alat penenun tradisional dan mengajak warga India untuk menenun sendiri. Dia menggunakan kain hasil tenunan warga India dan tidak mau menggunakan barang impor bahkan untuk menghadap pemimpin-pemimpin Inggris di India. Dia juga tidak suka naik kendaraan sehingga sahabatnya banyak yang memrotes tingkah lakunya yang terlalu berlebihan menganggap hal-hal barat sebagai hal yang negatif. Hal ini yang membuat Churcill tidak terlalu suka melihatnya. Tapi yang diinginkan Gandhi adalah sebuah negara yang penuh cinta dan kedamaian dimana orang-orang hidup berdampingan dan tidak perlu mengangkat senjata untuk memperjuangkan keamanannya.
Hal yang paling diinginkannya juga adalah persatuan negara India ketika Inggris bersedia melepasnya sebagai negara merdeka, tapi hal itu tidak tercapai. Lepasnya negara India dari tangan Inggris melahirkan dua negara merdeka, yaitu India dan Pakistan yang seharusnya satu. Terbagi dua karena dua pemimpin yang berpengaruh saat itu tidak pernah menemui kata sepakat. Gandhi selalu ingin agar yang memimpin kongres India adalah Jinnah dari Liga Muslim tetapi hal itu juga selalu ditentang oleh sahabatnya Jawaharlal Nehru.
Pada usianya yang semakin tua perkataannya tidak terdengar lagi. Semakin banyak orang tidak mengindahkannya apalagi ketika dia ingin menghapuskan sistem kasta Hindu, terutama kasta pariya.Banyak pemeluk Hindu terutama kaum brahmana yang menolak hal ini dan mulai membenci Gandhi, bahkan menyebutnya sebagai Mohammad Gandhi karena kecintaannya pada warga India yang memeluk Islam. tetapi hatinya tetap sekeras batu dan tidak mau berhenti samapi kasta terhapus yang bertentangan dengan idealismenya yang menganggap semua orang harus diperlakukan sama.Meski demikian dia tetap tempat para pemimpin India masa. Mereka selalu meminta pendapatnya tentang suatu kebijakan.
Setelah India merdeka terjadi banyak kekacauan, kekerasan dimana-mana. Orang-orang Hindu membunuh dan merampok pemeluk agama Islam dan Pemeluk Islam membunuh dan merampok dari orang Hindu. Jinnah ingin Pakistan berdiri sebagai negara Islam dan Nehru juga tidak masalah dengan hal itu karena dia menganggap India adalah milik orang Hindu sehingga negara itu yang harusnya satu menjadi dua.Keduanya juga berperang untuk berebut wilayah. Hal yang sangat menyakitkan hati Ghandi. Dia kemudian berpuasa dan protes agar kekerasan segera dihentikan dan meskipun kedua negara lahir sebagai negara yang berbeda kiranya jangan ada perselisihan. Keinginan Ghandi membuat India sebagai contoh bagi negara lain untuk berperang tanpa kekerasan tanpa kekerasan seolah-olah pupus. Dia protes hingga sakit-sakitan dan tidak mau berhenti hingga apa yang diinginkannya terwujud. Dia memang batu.
Pada suatu pertemuan doa terakhirnya, terjadilah kejadian yang begitu mempengaruhi banyak orang. Dia ditembang tepat di jantung oleh seorang Hindu fanatik dan kata terakhir dari mulutnya adalah 'Rama'. Kematiannya membawa kesedihan yang luar biasa bagi banyak orang dan bahkan merubah sikap Nehru yang menjadi penentang sejatinya untuk menuruti keinginannya untuk menghindarkan perang denga Pakistan meskipun konflik terus terjadi sampai waktu yang cukup lama. Dia begitu keras kepala sampai akhir hayatnya untuk tetap berjuang tanpa kekerasan. Banyak warga India yang tergerak, yang Hindu melindungi Islam dan Islam melindungi Hindu dan mereka hidup berdampingan. Para penganut Hindu fanatik mereka tangkap dan adili. Keinginannya dimana terjadi kebersamaan antar sesama warga India meskipun berbeda agama tercapai meskipun harga yang harus dibayar sangat mahal.
Tidak hanya India, di negara lain muncul tokoh yang melanjutkan perjuangan Gandhi. Mereka terinspirasi olehnya dan berjuang bersama dengannya melawan rasisme, seperti Nelson Mandela melawan politik Apaharteid dan juga Marthin Luther King Jr. mengahadapi rasisme. Bahkan saat ini banyak pemimpin yang terinspirasi oleh sang Mahatma dari India.
referensi :https://books.google.co.id/books?id=KpBy6BCupe4C&dq=mahatma+gandhi+biography&hl=id&source=gbs_navlinks_s
Senin, 16 Maret 2015
Bagaimana Jika Gagal Berarti Tidak Menang?
Minggu lalu menjadi
Minggu yang cukup emosional. Aku mengajak seorang teman untuk mencoba melakukan
suatu hal yang sangat menantang dan sangat baik baginya, baik kegagalan maupun
keberhasilan yang akan diperolehnya. Hal yang sangat sulit untuk mengajaknya. Begitu
keras aku memintanya bahkan sudah bisa dikatakan memaksa tapi dia sangat keras
kepala. Hingga suatu hari permintaan saya dijawabnya, akhirnya usaha keras
tidak dia-sia. Dia setuju melakukannya dan berkata kalau dia akan serius untuk
itu. Tapi beberapa hari lagi dia mengatakan tidak jadi. Tantangan itu tidak
bisa diambil lagi karena waktunya telah lewat. Betapa kecewa dan marah saya
saat itu.
Saat saya bertanya
alasannya membatalkannya, dia menolak untuk bercerita. Sangat susah mendapat
jawaban itu dan saya sangat emosi selama pembicaraan kami. Alasan itu sangat
susah diperoleh. Saya tidak mau menyerah dan membujuk-bujuk dia untuk bercerita.
Meskipun memakan waktu yang lama pada akhirnya apa yang saya cari ketemu juga. Dia
mengatakan itu semua karena dia akut gagal jika dia mencobanya.
Saya memikirkan hal
ini memang hal yang sering menjadi penghalang. Kemudian saya ingat kalau ada
istilah gagal sebelum bertanding. Saya mencoba mengeksplore istilah ini karena saya
merasa ini yang akan yang akan membantu saya dan dia. Saya tidak mungkin
mengatakan kau melakukan kesalahan tanpa ada alasan itu disebut sesuatu yang salah.
Saya kemudian
bertanya padanya, “Jadi, sekarang kau tidak lagi bisa gagal dalam tantangan
itu?”. Jawabannya adalah mungkin iya. Lalu saya lanjut bertanya “Bagaimana
kalau gagal itu berarti tidak menang, apakah kau menang kali ini? Jadi, kau
gagal Tidak?”. Saya mencoba memainkan kata-kata agar dia tidak melewatkan
kesempatan yang lain.
Kalau memang gagal
berarti tidak menang, maka saat ini kita adalah orang –orang gagal. Gagal dalam
banyak hal. Seperti menjadi presiden di Indonesia, ada juataan orang yang gagal
dalam hal ini karena yang menang hanya boleh satu orang saja dalam suatu waktu.
meskipun mereka tidak mencoba jadi presiden, yang pasti mereka tidak menang
menjadi presiden dan kalau gagal sama dengan tidak menang berarti mereka gagal.
Berarti saat ini
kita sedang gagal dalam banyak hal, tapi ada hal yang sudah dan akan kita
menangkan. Saat lahir ke dunia kita sudah menang dalam hal menjadi hidup
sebagai bayi namun banyak hal yang belum kita menangkan dan yang tidak bisa
kita menangkan lagi. Kita tidak bisa memenangkan semuanya karena waktu dan
ruang membatasi. Jadi kita harus memenangkan apa yang perlu kita menangkan,
orang menyebutnya tujuan, impian dan cita-cita. Hal yang belum kita menangkan
bisa menjadi tidak bisa dimenangkan lagi karena saat waktu memberi kesempatan
kita melewatkannya. Untuk saat ini belum ada orang yang bisa menjelajahi waktu,
yang berarti waktu sudah menutup kesempatan itu dan saat itu kita bisa disebut
gagal karena tidak memenangkannya. Untuk itu saat ada kesempatan kita harus
memenangkannya karena saat itu kita diijinkan menang, dari gagal menjadi
menang. Kita sudah gagal maka jadilah pemenang, daripada terus gagal. Menangkan
apa yang bisa dan perlu dimenangkan dan saat waktu mengijinkan jadilah
pemenang, tidak ada ruginya karena kalau gagal sama aja dengan tidak mencoba
atau bahkan lebih baik. Kenapa takut gagal kalau memang sudah dalam keadaan
gagal? Kenapa tidak mencoba jadi pemenang.
Hal yang kami
bicarakan ini bukan untuknya saja, saya juga berbicara pada diri saya sendiri
karena rasa takut akan gagal, padahal sudah gagal, juga menjadi penghalang
besar saya untuk melangkah maju dan melakukan banyak hal. Saya berharap kita
bisa menjadi pemenang dalam hal yang kita menangkan.
sumber gambar : http://www.lano.org/resource/resmgr/images/glassofwater.jpg
Jumat, 13 Februari 2015
Rules Breaker
Hari yang indah. Setelah olah raga dan sarapan saya menyediakan waktu untuk merenung.
Saya belajar dari Pemimpin yang sangat saya kagumi dan saya berharap bisa
menjadi pengikut setianya.
Saat itu aku
membaca sepenggal kisah perjalanannya. Dimana Dia menjadi orang yang sangat
terkenal dan mengajar orang banyak. Dalam kisah kali ini saya melihat bahwa dia
melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap hukum dan tradisi yang berlaku dalam
masyarakat. Para pemegang tradisi dan hukum yang setia pada hukum tersebut
sangat geram kepadanya.
Pada saat itu, Dia,
yang saat itu sudah terkenal, duduk dan minum bersama para pemungut cukai yang
pada saat itu dianggap orang-orang yang melakukan pekerjaan yang sangat kotor
dimata masyarakat. Hal itu sangat tidak pantas bagi orang yang dikenal baik dan
guru bagi banyak orang. Kemudian dia tidak melakukan budaya yang mereka sebut
dengan puasa. Dia dan pengikutnya yang setia tidak melakukannya sementara hal
itu sesuatu yang perlu dilaksanakan dan sudah merupakan tradisi secara turun
temurun. Hal lain yang dilakukannya adalah bekerja, memungut gandum, pada hari Sabat.
Bagi masyarakat saat itu hari Sabat adalah hari yang kudus dan setiap orang
harus menguduskannya. Setiap tindakan ada aturannya dan jelas Dia melanggarnya.
Orang-orang yang
mengetahui dan menjaga aturan itu dengan baik begitu geram padanya. Mereka menanyakan
hal-hal yang dilakukan dan menyatakan bahwa Dia bersalah. Orang yang dianggap
sebagai guru melakukan kesalahan dan melanggar aturan serta tradisi yang dijaga
begitu lama. Biar bagaimanapun tradisi dan aturan itu dilanjutkan demi kebaikan
kehidupan masyarakat.
Dia mengatakan
kalau aturan itu tidak berjalan sesuai dengan fungsi dan tujuannya. Untuk apa
tabib datang kepada orang sehat, orang sakit Lah yang membutuhkannya. Untuk itu
dia bergabung dengan para pemungut cukai sebai Dia datang bukan buat orang yang
benar melainkan orang yang berdosa. Mengenai puasa yang tidak dilakukan bersama
para prngikut tidak dilakukan karena hal itu memang tidak perlu dilakukan saat
itu, tidak sesuai dengan keadaan dan tujuannya. Dan mengenai pelanggarannya di
hari Sabat itu bukanlah hal yang salah karena Sabat bagi manusia bukan manusia
bagi Sabat.
Peraturan-peraturan
yang ada dibuat agar kehidupan dalam masyarakat berjalan dengan baik dan sesuai
dengan cita-cita pemegangnya. Peraturan harus ditaati, tetapi peraturan itu
bukan menjadi pengekang kita. Tujuan pemegangnya bukanlah menaati peraturan
tetapi cita-cita yang semula dibuat sebagai tujuan dari aturan itu. Bukan melanggar
peraturan yang salah tetapi melanggar cita-cita luhur dari peraturan itu.
Sungguh bangga
menjadi pengikut pemimpin seperti Dia. Dia yang saya sebut sebagai Juru
Selamat, Yesus Kristus.
Rabu, 28 Januari 2015
5 Crazy Days
- something to remember-
11 January 2015 menjadi awal perjalan yang cukup menantang. Hari itu, saya dan teman-teman, Jobit Parapat, Sulowes Siregar, Adven Hutajulu dan Ricky Banjarnahor, merencanakan perjalanan ke Semarang, Jogjakarta dan Solo. Apa pun yang terjadi, pada Senin minggu depannya kami harus berangkat. Kami tidak merencanakan perjalanan itu secara detail karena kami ingin menjalaninya saja. Pergi dan bertahan hidup selama seminggu, sebenarnya lima hari. Kami berani bertindak demikian karena kami punya teman yang bisa dihubungi di tempat tujuan jika kami sudah tidak tahan lagi. Kami mengajak satu orang teman lagi, Niko Sihombing. Kami berencana mengeksplorasi tempat sebanyak mungkin dengan biaya sedikit mungkin, Anak Kos principle.Pada hari Seninnya, kami berkumpul di kos Bang Jobit. Waktu yang ditetapkan sebagai waktu kumpul tidak dipatuhi. Inilah salah satu alasan kami memilih merencanakan destinsasi sambil jalan saja. Setelah semua siap dan berkumpul, kami pun berdoa dan berangkat.
Kami naik angkot dari kos, Keputih Sukolilo, ke terminal Bratang dan dari sana ke Terminal Purabaya untuk naik Bus lagi ke Semarang. Naik Bus selama delapan Jam merupakan hal yang sangat membosankan. Untungnya, Bang Jobit Parapat membawa kartu untuk dimainkan sehingga penantian yang panjang serasa pendek. Karena berangkat jam 11dari Surabaya, kami pun tiba hampir jam 19 : 00. Terminal tempat kami tiba bernama Terboyo.
Setibanya di Semarang, hal pertama yang kami cari adalah makan malam.Kami langsung berjalan keluar terminal mencari warung tempat untuk makan. Akhirnya kami menemukannya, murah dan banyak. Setelah makan dan membuat rencana kunjungan kami pun lanjut jalan kaki. Tujuan pertama kami adalah Gereja Blenduk. Hal terdekat yang bisa kami capai dengan jalan kaki. Di tengah jalan menuju Gereja kami melihat Rumah sakit. Kami langsung masuk saja untuk mengeluarkan apa yang perlu dikeluarkan dengan gaya sebagai pengunjung. Sungguh hal yang menyenangkan bisa meresmikan Toilet baru bangunan itu. Bangunan itu ternyata baru selesai di bangun dan belum digunakan sama sekali. Sungguh terhormat rasanya menjadi orang pertama merasakan Toiletnya, meskipun belum tentu kami yang pertama.
Akhirnya kami berjalan mencari Gereja Blenduk itu. Kami rasa itu perlu dikunjungi karena berdasarkan info yang kami peroleh, Gereja itu adalah gereja tertua di Pulau Jawa. Dengan bermodalkan GPS android kami mencarinya. Berjalan menuju tanda pada peta. Dan Akhirnya kami tersesat. Informasi pada Google map itu tidak akurat. Gereja itu tidak ada di sana dan kami berada di perkampungan di pinggir kota semarang. Sungguh mengecewakan. Kami pun mencari-cari informasi tentang gereja itu lebih dalam dan akhirnya ada tulisan yang mengatakan kalau lokasinya bukan disitu. Namanya juga sudah berbeda. Mau tidak mau kami berjalan lebih jauh lagi hingga kami menemukannya. Kami menemukan sebuah gereja yang cukup besar dangan desain luar biasa namun hanya bisa menikmatinya dari luar saja. Orang-orang tidak boleh sembarangan masuk ke dalam. Setelah itu???
Kami bingung mau kemana lagi, saat itu masih pukul 20:00 WIB. Kami cari tempat terdekat yang mempunyai nilai lebih untuk dikunjungi lagi. Dan akhirnya kami menemukan sebuah tempat yang tempat. Sebuah Kuil yang katanya cukup bernilai. kami berjalan menuju kesana, ke arah Google map mendukung kami dan akhirnya kami tersesat lagi. Tempat yang kami tuju hanya sebuah gudang tua dipinggir sungai. kepercayaan kami kepada GPS semakin luntur. Akhirnya kami memutuskan tidak mencarinya lagi dan berjalan aja ke arah Simpang Lima Semarang dengan rencana kami akan tidur di tempat yang memungkinkan yang akan kami temukan dijalan karena malam sudah sangat larut. Daerah Semarang yang kami lewati cukup kumuh tapi banyak orang-orang yang nongkrong di malam hari.Semarang benar-benar terlihat tua dan mencekam saat itu.
Karena mencapai Simpang Lima malam itu tidak memungkinkan, kami pun mencari tempat yang memungkinkan untuk menginap. Ada beberapa tempat yang memungkinkan untuk ditiduri tapi petugas keamanan tak mengijinkan. Setelah pencarian yang panjang kami melihat tempat pemberhentian Bus Trans Semarang (BRT). Tempat tertutup dan cukup besar. Betapa beruntungnya, kami menemukan colokan untuk mencharger dan bisa tidur di sana. Meski tidak nyaman yang penting tidur.
Jam 3 pagi kami dikejutkan suara yang sangat keras. Petugas Halte datang dan tidak sengaja menjatuhkan kursi dalam halte sehingga timbul suara yang sangat mengejutkan. Dengan muka polos kami keluar dan jalan begitu saja ke arah Simpang lima. Karena berjalan terus kami sampia di Tugu Muda. Saat itu hampir pukul lima pagi. Kami memutuskan tidur aja di taman itu karena masih mengantuk hingga pukul 8 pagi. Beberapa dari kami ada yang bangun lebih awal untuk mengambil foto-foto kami di tugu itu. Sunggu malam yang melelahkan.
![]() |
| tidur di taman Tugu Muda |
![]() |
| Mit Jobit Vor dem Monument |
Setelah itu kami menunggu Lawang Sewu buka. Kami ingin melihat bangunan yang cukup terkenal di kota ini. Bangunan dengan pintu yang banyak sekali dan menjadi bagian dari perkembangan perkeretaapian Indonesia. Didalamnya kami menemukan banyak ruangan dengan pintu yang sangat banyak. Hal yang pertama kami lakukan setelah masuk adalah mencari kamar mandi, tempat cuci muka, sikat gigi dll. Selagi ada kesempatan 8-). Bangunan itu sangat menakjubkan. Selain itu, di sana kita juga dapat menemukan sejarah perkeretaapian Indonesia.
![]() |
| Adven nang Lawang Sewu |
Setelah puas dari sana kami pun mencari makan. Entah dimana pun itu yang penting kenyang, murah dan tidak bawa penyakit.
Perjalan ini membawa kami untuk menemu teman-teman kami anak UNDIP. Disana kami bisa nginap dan mengatur rencana kedepannya. Kami pun naik BTR ke tempat mereka Menurut saya BTR masih banyak kekurangan dibanding Trans Jogja.
Di kos mereka kami melakukan pembersihan diri dan tidur setelah beberapa menit basa-basi. Karena tidur siang hari kami jadi begadang, bermain kartu dan playstation sampai pagi. Padahal kami berencana berangkat pagi ke Ungaran, tepatnya Penggaron. Kami belajar beberapa jenis permainan kartu yang tidak kami ketahui sebelumnya dan bermain hingga pagi dan akhirnya kami tepar paginya. Rencana pun berubah dan akhirnya berangkat jam 13 : 00 ke ungaran. Kali ini kami akan memberi kesempatan kepada Google map untuk membuktikan bahwa dia masih terharapkan. Kami menjalani begitu saja hingga akhirnya tiba di penggaron. Setibanya di sana pengelolahwisata mengatakan kalau kami rugi masuk kedalam. Hanya hutan tok dan gak ada untungnya. Sungguh aneh dan mengecewakan. Tapi sepertinya dia mencegah kami tersesat nantinya karena kami datang sudah sangat sore. Sungguh perjalanan yang luar biasa demi sebuah kekecewaan. Akhirnya kami duduk sebentar dan merencanakan perjalanan selanjutnya. Kami sepakat pergi ke Borobudur saja. Setelah itu kami ke Jogja, Solo dan Surabaya.
Kami pun mencari terminal yang memberangkatkan Bus ke Terminal. Setibanya di sana kami mendapati bahwa bus tujuan Magelang sudah Habis. Akhirnya kami mencari tujuan Jogjakarta namun tidak ada juga.Hanya ada bus tujuan Purwokerto, kata Supirnya kami bisa turun di Secang dan mengambil bus Dari sana ke Magelang dan dari Magelang ke Jogja. Kami naik itu aja, sekalian tujuan Magelang aja. Akhirnya kami kembali ke rencana awal. Namun mobilnya berangkat terlalu malam sehingga sampai di Secang kami tidak menemukan apa-apa. Informasi kami mengatakan kalau dari secang ke Borobudur menghabiskan biaya 20K IDR. Untungnya di Secang ada taksi yang mau membawa kami ke Borobudur dengan biaya150K, kami tawar dan deal 130K. Kami sungguh diantar sampai ke depan Candi.
Sesampainya di sana kami ditawari penginapan murah, tapi karena tujuan kami bukan hanya banyak jalan-jalan tetapi juga mempress biaya kami menolak. Kami yakin akan menemukan tempat yang bisa ditiduri dan ternyata benar. Kami menemukan kios-kios kosong di depan candi dan banyak dialiri arus. Cukup terang dan kami bisa mengisi bateray alat perang kami. Kami pun bermain kartu menunggu fajar dan beberapa dari kami memutuskan untuk istirahat saja.
![]() |
| Man of the night |
![]() |
| Morning, Boro! |
Menunggu Candi buka, kami mencari makan dulu. Setelah full kami langsung ke candi dan menikmati suasana yang sangat menakjubkan. Mengamati relief dan stupa candi merupakan kegiatan yang cukup menyenangkan. Tidak lupa kami juga mengaadikan momen yang sangat jarang terjadi dalam hidup kami. Karena kami tidak punya rencana yang diburu oleh waktu, Kami memuaskan mata kami dengan segala pemandangan yang ada pada lokasi tersebut. Kami mengunjungi semua tempat yang ada di sana. Asalkan gratis masuk. Tempat lain yang kami kunjungi selain candi adalah Museum Borobudur, Museum kapal besar yang menyajikan kejayaan pelayaran Indonesia dan juga bukit yang yang saya lupa namanya, yang pasti bukit itu menyajikan pemandangan yang indah dan sangat menyenangkan bermain kartu pada gajebonya. hahaha... Setelah puas kami pun mencari Transportasi yang dapat membawa kami ke Jogja. Kami akan menginap di kos teman-teman anak UGM yang baik hati.
.jpg)
.jpg)
![]() |
| Man of Borobudur |
![]() |
.jpg)
.jpg)
Langganan:
Komentar (Atom)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)