Hari yang indah. Setelah olah raga dan sarapan saya menyediakan waktu untuk merenung.
Saya belajar dari Pemimpin yang sangat saya kagumi dan saya berharap bisa
menjadi pengikut setianya.
Saat itu aku
membaca sepenggal kisah perjalanannya. Dimana Dia menjadi orang yang sangat
terkenal dan mengajar orang banyak. Dalam kisah kali ini saya melihat bahwa dia
melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap hukum dan tradisi yang berlaku dalam
masyarakat. Para pemegang tradisi dan hukum yang setia pada hukum tersebut
sangat geram kepadanya.
Pada saat itu, Dia,
yang saat itu sudah terkenal, duduk dan minum bersama para pemungut cukai yang
pada saat itu dianggap orang-orang yang melakukan pekerjaan yang sangat kotor
dimata masyarakat. Hal itu sangat tidak pantas bagi orang yang dikenal baik dan
guru bagi banyak orang. Kemudian dia tidak melakukan budaya yang mereka sebut
dengan puasa. Dia dan pengikutnya yang setia tidak melakukannya sementara hal
itu sesuatu yang perlu dilaksanakan dan sudah merupakan tradisi secara turun
temurun. Hal lain yang dilakukannya adalah bekerja, memungut gandum, pada hari Sabat.
Bagi masyarakat saat itu hari Sabat adalah hari yang kudus dan setiap orang
harus menguduskannya. Setiap tindakan ada aturannya dan jelas Dia melanggarnya.
Orang-orang yang
mengetahui dan menjaga aturan itu dengan baik begitu geram padanya. Mereka menanyakan
hal-hal yang dilakukan dan menyatakan bahwa Dia bersalah. Orang yang dianggap
sebagai guru melakukan kesalahan dan melanggar aturan serta tradisi yang dijaga
begitu lama. Biar bagaimanapun tradisi dan aturan itu dilanjutkan demi kebaikan
kehidupan masyarakat.
Dia mengatakan
kalau aturan itu tidak berjalan sesuai dengan fungsi dan tujuannya. Untuk apa
tabib datang kepada orang sehat, orang sakit Lah yang membutuhkannya. Untuk itu
dia bergabung dengan para pemungut cukai sebai Dia datang bukan buat orang yang
benar melainkan orang yang berdosa. Mengenai puasa yang tidak dilakukan bersama
para prngikut tidak dilakukan karena hal itu memang tidak perlu dilakukan saat
itu, tidak sesuai dengan keadaan dan tujuannya. Dan mengenai pelanggarannya di
hari Sabat itu bukanlah hal yang salah karena Sabat bagi manusia bukan manusia
bagi Sabat.
Peraturan-peraturan
yang ada dibuat agar kehidupan dalam masyarakat berjalan dengan baik dan sesuai
dengan cita-cita pemegangnya. Peraturan harus ditaati, tetapi peraturan itu
bukan menjadi pengekang kita. Tujuan pemegangnya bukanlah menaati peraturan
tetapi cita-cita yang semula dibuat sebagai tujuan dari aturan itu. Bukan melanggar
peraturan yang salah tetapi melanggar cita-cita luhur dari peraturan itu.
Sungguh bangga
menjadi pengikut pemimpin seperti Dia. Dia yang saya sebut sebagai Juru
Selamat, Yesus Kristus.