Jumat, 13 Februari 2015

Rules Breaker

Hasil gambar untuk rule breaker
Hari yang indah. Setelah olah raga dan sarapan saya menyediakan waktu untuk merenung. Saya belajar dari Pemimpin yang sangat saya kagumi dan saya berharap bisa menjadi pengikut setianya.
Saat itu aku membaca sepenggal kisah perjalanannya. Dimana Dia menjadi orang yang sangat terkenal dan mengajar orang banyak. Dalam kisah kali ini saya melihat bahwa dia melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap hukum dan tradisi yang berlaku dalam masyarakat. Para pemegang tradisi dan hukum yang setia pada hukum tersebut sangat geram kepadanya.
Pada saat itu, Dia, yang saat itu sudah terkenal, duduk dan minum bersama para pemungut cukai yang pada saat itu dianggap orang-orang yang melakukan pekerjaan yang sangat kotor dimata masyarakat. Hal itu sangat tidak pantas bagi orang yang dikenal baik dan guru bagi banyak orang. Kemudian dia tidak melakukan budaya yang mereka sebut dengan puasa. Dia dan pengikutnya yang setia tidak melakukannya sementara hal itu sesuatu yang perlu dilaksanakan dan sudah merupakan tradisi secara turun temurun. Hal lain yang dilakukannya adalah bekerja, memungut gandum, pada hari Sabat. Bagi masyarakat saat itu hari Sabat adalah hari yang kudus dan setiap orang harus menguduskannya. Setiap tindakan ada aturannya dan jelas Dia melanggarnya.
Orang-orang yang mengetahui dan menjaga aturan itu dengan baik begitu geram padanya. Mereka menanyakan hal-hal yang dilakukan dan menyatakan bahwa Dia bersalah. Orang yang dianggap sebagai guru melakukan kesalahan dan melanggar aturan serta tradisi yang dijaga begitu lama. Biar bagaimanapun tradisi dan aturan itu dilanjutkan demi kebaikan kehidupan masyarakat.
Dia mengatakan kalau aturan itu tidak berjalan sesuai dengan fungsi dan tujuannya. Untuk apa tabib datang kepada orang sehat, orang sakit Lah yang membutuhkannya. Untuk itu dia bergabung dengan para pemungut cukai sebai Dia datang bukan buat orang yang benar melainkan orang yang berdosa. Mengenai puasa yang tidak dilakukan bersama para prngikut tidak dilakukan karena hal itu memang tidak perlu dilakukan saat itu, tidak sesuai dengan keadaan dan tujuannya. Dan mengenai pelanggarannya di hari Sabat itu bukanlah hal yang salah karena Sabat bagi manusia bukan manusia bagi Sabat.
Peraturan-peraturan yang ada dibuat agar kehidupan dalam masyarakat berjalan dengan baik dan sesuai dengan cita-cita pemegangnya. Peraturan harus ditaati, tetapi peraturan itu bukan menjadi pengekang kita. Tujuan pemegangnya bukanlah menaati peraturan tetapi cita-cita yang semula dibuat sebagai tujuan dari aturan itu. Bukan melanggar peraturan yang salah tetapi melanggar cita-cita luhur dari peraturan itu.

Sungguh bangga menjadi pengikut pemimpin seperti Dia. Dia yang saya sebut sebagai Juru Selamat, Yesus Kristus.