Selasa, 19 Agustus 2014

sekarang apa?

Sekarang Apa?
Hari yang cukup melelahkan bagi saya karena harus berjalan kaki beberapa kilometer dengan teman saya hanya untuk mendapatkan beberapa buah jeruk, sungguh menjengkelkan menurutku. Karena perjalanan yang cukup melelahkan, saya pun mengajak teman saya pergi ke perpustakaan. Istirahat sejenak di sudut perpustakaan akan mengembalikan tenaga untuk jalan lagi.
Saat duduk di sana saya mengambil sebuah buku untuk dibaca sambil bersantai di sudut perpustakaan. Buku tersebut menceritakan biografi singkat Steven Spielberg, sutradara yang sangat luar biasa di Hollywood.
Bagi beberapa orang masalah perfilman adalah hal yang cukup menarik untuk di ikut tapi bagi saya pribadi hal tersebut tidaklah menarik. Bagi saya buku itu hanya pemancing untuk tidur saja tapi usaha saya dalam memancing kali ini gagal. Cerita dalam buku itu cukup kuat untuk membuat saya tetap terbangun dan mengikutinya. Hal yang membuat saya menarik bukan masalah film atau uang yang dihasilkan oleh film-film yang dibuat oleh Steven tetapi bagaimana seorang anak yang masih muda dapat mengenal dirinya dan mengembangkannya dengan baik.
Memiliki seorang ayah yang bekerja dan bisa dibilang sukses di bidang elektro tidak mempunyai ketertarikan untuk mengikuti jejak ayahnya, begitu juga halnya dengan ibunya yang hobi bermain musik. sungguh hal yang sangat susah untuk menentukan tujuan jika berada di posisinya.
Steven memiliki imajinasi yang sangat liar dan sering mengganggunya siang dan malam. Hal-hal yang sangat mengerikan datang ke dalam kehidupannya, hal yang diciptakannya sendiri. Hal yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana dia mengatasi ciptaannya tersebut dan kapan hal itu akan berakhir.
Saat yang tepat pun datang. Saat di mana dia akan mendapatkan apa yang benar-benar dia butuhkan saat itu, saat ketika dia mendapatkan video kamera dari ayahnya. Saat ketika dia akan mengatur dan memanfaatkan imajinasinya itu. Dia mulai membuat film bersama teman-temannya dan menghabiskan uang tabungannya sehingga dia mencari investor, yaitu ayahnya sendiri. Film yang dia produksi dengan kesederhanaan cukup bagus dan bisa dia mulai mendapat untung dengan memutar filmnya kepada teman-teman ayahnya. Sebuah langkah awal yang cup baik.
Ketertarikannya terhadap dunia perfilman semakin lama semakin menjadi-jadi. Dia bahkan rela melompat dari trem dan menjadi penyusup untuk bisa masuk ke Universal Studio. Usaha dan ketertarikannya itu membawa dia menjadi sutradara yang besar. Meski menemui beberapa kegagalan dia terus bangkit dan menjadi sutradara yang luar biasa dan memproduksi banyak film yang sangat sukses.
Ketika Steven menemukan apa yang dia tunggu, meskipun saya tidak tahu apakah apa yang dia tunggu tersebut memang kamera, dia langsung memanfaatkannya dan membuatnya menjadi jalan kesuksesan. Dengan disiplin dan konsistensi yang Ia miliki,  Ia menggenggam masa depan.
Sekarang apa?